Faqih Trisera Fil Ardi: Orang Indonesia Harus Berbudaya

Faqih Trisera Fil Ardi: Orang Indonesia Harus Berbudaya

Manusia boleh berencana namun Tuhan yang menentukan. Hal itu terbukti, pada saat Prabu Jarasanda dari Kerajaan Giribajra akan mengadakan sesaji kala rodra yang mensyaratkan tumbal 100 raja, rencana tersebut gagal total. Hamsa dan Jimbaka, dua raja andalan Prabu Jarasanda gugur di tangan Baladewa, sementara 97 raja yang dipenjarakan Prabu Jarasanda berhasil dibebaskan oleh Pandawa dan secara sukarela bergabung dengan tiga raja untuk mendukung terlaksananya sesaji raja suya yang akan digelar oleh Puntadewa. Adapun Prabu Jarasanda…

Share Button
SELANJUTNYA

Muhammad Setyo Mukti Wicaksono: Jangan Jadi Kurawa

Muhammad Setyo Mukti Wicaksono: Jangan Jadi Kurawa

Muhammad Setyo Mukti Wicaksono membuka pagelaran hari kedua Festival Dalang Bocah ke-VI Tahun 2015 dengan lakon Gatotkaca Jago. Suaranya terdengar berat, jauh berbeda dengan kedatangan pertamanya pada FDB 2012 lalu. Saat itu, Mukti terlihat masih kanak-kanak dan terlihat malu-malu jika bicara. Kini, Mukti mulai tumbuh menjadi remaja dan cita-citanya pun sudah berubah, jika dulu ia hendak menjadi presiden yang bisa mendalang, kini ia berkeinginan untuk menjadi dosen seni pedalangan.

Share Button
SELANJUTNYA

Devanata: Cirebon Punya Gaya

Devanata: Cirebon Punya Gaya

Devanata masih terbilang cukup belia untuk mengikuti sebuah festival besar taraf Nasional seperti Festival Dalang Bocah 2015 ini. Selain usianya yang baru menginjak 10 tahun, Devanata juga baru kali pertama naik panggung untuk mendalang. Meski demikian, niatnya yang kuat untuk menjadi Dalang, memaksanya menapak panggung membawa lakon Durna Gugur. Devan, begitu ia akrab disapa, memiliki vokal cukup bagus untuk menjadi seorang Dalang. Meski masih jelas terdengar nada kanak-kanak dalam suaranya, namun Devan sudah mampu membagi-bagi…

Share Button
SELANJUTNYA

Dyas Syawal Lukman: Dari Dyas, Sang Ayah Belajar Banyak

Dyas Syawal Lukman: Dari Dyas, Sang Ayah Belajar Banyak

Di Sabtu siang yang panas (21/11), Dyas Syawal Lukman berkesempatan menggelar lakon Anoman Duta dalam ajang Festival Dalang Bocah 2015. Ketika ditanya mengapa ia memainkan lakon tersebut, Dyas hanya tersenyum simpul. “Anoman itu tokoh yang asyik, walaupun dia kera,” katanya dengan khas gaya anak-anak. Asyik, karena Anoman melambangkan heroisme dan tokoh yang memperjuangkan kebenaran. Bocah kelahiran Jakarta, 6 Desember 2004 ini memang punya cerita menarik di balik layar. Sang pamomong, Purwanto, menuturkan bahwa Dyas punya…

Share Button
SELANJUTNYA

Wahyu Pamungkas: Banyumasan Makin Rame Makin Asik

Wahyu Pamungkas: Banyumasan Makin Rame Makin Asik

Vokalnya menggelegar seperti orang dewasa. Saat melihat pertunjukannya, tak mengira jika sang Dalang baru berusia 13 tahun. Mulai dari vokal sampai tampilannya, sudah menyerupai penampilan Dalang dewasa. Membawakan Babad Alas Mertani (Wana Marta), Wahyu menampilkan pertunjukan yang cukup memikat. Teknik sabet yang diperagakan juga cukup rapih. Tak heran riuh tepuk tangan penonton beberapa kali terdengar mengganjar penampilan Wahyu. Wahyu seakan paham betul bagaimana mengendalikan panggung. Ia mampu menjaga keseimbangan ritme antara musik dan gerak lewat…

Share Button
SELANJUTNYA

GUNAWAN, TRAH DALANG CIREBON

GUNAWAN, TRAH DALANG CIREBON

Namanya singkat, Gunawan. Sesingkat nama bapaknya, Ana. Gunawan adalah seorang dalang bocah berumur 13 tahun, kelas 1 SMP. Bapaknya dalang, kakeknya dalang, juga kakek buyutnya seorang dalang. Sepertinya ada “gen dalang” mengalir dalam dirinya. Dalang bocah ini begitu tenang dan percaya diri membawakan lakon Gatotkaca Sabdaguru dengan gaya wayang kulit purwa Cirebonan. “Saya memang berharap Gunawan menjadi dalang seperti saya,” kata Pak Ana, sang ayah. “Dan ini pertama kalinya dia ikut festival dalang bocah tingkat…

Share Button
SELANJUTNYA

Parasdya Wisnu Wisanggeni: Meneruskan Tradisi Dalang Keluarga

Parasdya Wisnu Wisanggeni: Meneruskan Tradisi Dalang Keluarga

Tubuhnya kecil mungil. Di usianya yang baru sembilan tahun, bocah kelahiran 7 April 2006 ini dengan gagah berani memainkan buah wayang Gathutkaca, salah satu tokoh yang paling digemari oleh para dalang bocah. Lakonnya malam itu, Wahyu Senapati, mengisahkan tentang perebutan wahyu antara Gathutkaca dan Prabu Setija. Penonton berdecak kagum melihat sosok kecilnya di antara hamparan buah wayang dan kelir yang menggambarkan jagad itu. Parasdya Wisnu Wisanggeni, panggilannya Inu, merupakan peserta dari Provinsi Lampung. Ia memang…

Share Button
SELANJUTNYA

Aditya saputro: Tiada Detik Tanpa Wayang

Aditya saputro: Tiada Detik Tanpa Wayang

Sri Rama gundah gulana. Kekasih hatinya, isteri tercinta yang baru dinikahinya, Dewi Shinta, hilang diculik Dasamuka, Raja Alengka. Sri Rama pun kemudian mengutus Anoman sebagai duta untuk mencari tahu keberadaan Dewi Shinta. Aditya Saputro membawakan lakon Anoman Duta dengan apik. Riuh tepuk tangan terdengar selama Adit, demikian panggilannya, memainkan sabetan untir. Tokoh-tokoh wayangnya melompat dari satu sisi ke sisi lainnya, bergerak berputar layaknya akrobat. Adit belum lama berlatih sabetan macam itu dan dia tetap senang…

Share Button
SELANJUTNYA

Farhan Maulana: Dalang Harus Punya Dasar Pendidikan yang Luas

Farhan Maulana: Dalang Harus Punya Dasar Pendidikan yang Luas

Jari-jemarinya terlihat lincah memainkan buah wayang dari tokoh Anoman. Berputar, kemudian sekejap memainkan peperangan besar dalam lakon Anoman Obong yang tersohor itu. Setelah Anoman diketahui membunuh seorang punggawa dari Negri Alengka, putera mahkota Alengka, Indrajit berhasil meringkus, memanahnya dan membakarnya. Anoman kemudian ber-triwikrama menjadi besar dan berapi, lalu ditebarkannya api itu ke seluruh penjuru Alengka. Dalang bocah itu begitu trampil melakukan sabetan dari adegan peperangan dalam pentas Festival Dalang Bocah (FDB) 2015 malam pertama, 20…

Share Button
SELANJUTNYA

Sentanu Wijaya: Betawi Punya Wayang!

Sentanu Wijaya: Betawi Punya Wayang!

Jaka Pinulung, Bambang Kumara Mencari Bapa Lakon dari Sentanu Wijaya, Penyaji dari wilayah DKI Jakarta   Perjalanan Jaka Pinulung dalam mencari sang ayah, Arjuna, mendapat tantangan. Hal tersebut terjadi lantaran kekhawatiran jika keberadaan Jaka Pinulung akan mengganggu Arjuna yang sedang menunaikan tugas sebagai ksatria. Namun demikian, Jaka Pinulung tetap pada tekadnya. Ia justeru ingin menemui sang ayah lantaran berharap dapat meneladani sikapnya; menjadi pahlawan yang sanggup membela negara.   Lakon Jaka Pinulung, Bambang Kumala Mencari…

Share Button
SELANJUTNYA
1 2 3 4 5